Senin, 19 Desember 2011

Analisa Pasta Gigi

Ada begitu banyak produk pasta gigi di pasaran yang menjanjikan Anda gigi yang lebih segar, lebih putih, dan mencegah lubang. Hal ini menyebabkan Anda sebagai konsumen menjadi bingung untuk memilih yang terbaik. Kandungan apa sih, yang kita perlukan? Seberapa banyak pasta gigi yang harus kita gunakan? Mana yang lebih baik antara bentuk gel atau pasta.
TINJAUAN PUSTAKA
A.PASTA GIGI
 Menyikat gigi merupakan suatu kontrol plak dan langkah awal untuk mencegah karies. Saat ini kontrol plak telah dilengkapi dengan penambahan bahan aktif yang mengandung bahan dasar alami ataupun sintetik sebagai bahan antibakteri yang tersedia dalam bentuk sediaan obat kumur dan pasta gigi
A.1.1 PENGERTIAN PASTA GIGI
 Pasta gigi didefinisikan sebagai bahan semi-aqueous yang digunakan bersama-sama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi.11 Pasta gigi yang digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi, menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gingiva.
Selain tersedia dalam berbagai macam merek, pasta gigi juga memiliki kandungan yang bermacam-macam. Ada yang bisa memutihkan, memperkuat hingga membuat nafas segar. Rasanya pun bisa dipilih, mulai dari rasa buah-buahan hingga mint yang menyegarkan. Bahkan, pasta gigi juga semakin spesifik. Terdapat pasta gigi untuk gusi berdarah, gigi yang sensitif, hingga odol untuk perokok.
Meskipun tidak ada yang memiliki kandungan lengkap, namun sebaiknya pasta gigi yang dipilih harus mengandung tiga unsur pokok. Ketiga unsur tersebut adalah bahan abrasi, efek detergen (fluoride), serta rasa segar. Bahan abrasi hampir ada di tiap pasta gigi, fungsinya untuk membersihkan permukaan gigi.
Ciri-ciri pasta gigi yang baik:
  1. Mengandung banyak fluoride, kecuali untuk anak batita, banyak fluoride justru tidak baik
  2. Tidakn banyak berbusa
  3.    Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing, substansi makanan, plak dan membersihkan gigi
  4.    Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya

1.2 Komposisi Pasta Gigi

 Hampir semua pasta gigi mengandung lebih dari satu bahan aktif dan hampir semua dipromosikan dengan beberapa keuntungan bagi pengguna. Umumnya pasta gigi yang beredar di pasaran saat ini adalah kombinasi dari bahan abrasif, deterjen dan satu atau lebih bahan terapeutik.

a. Bahan abrasif (20-50%)
Bahan abrasif yang terdapat dalam pasta gigi umumnya berbentuk bubuk pembersih yang dapat memolish dan menghilangkan stain dan plak. Bentuk dan jumlah bahan abrasif dalam pasta gigi membantu untuk menambah kekentalan pasta gigi. Contoh bahan abrasif ini antara lain silica atau silica hydrat, sodium bikarbonat, aluminium oxide, dikalsium fosfat dan kalsium karbonat.

b. Air (20-40%)
Air dalam pasta gigi berfungsi sebagai pelarut.

c. Humectant atau pelembab (20-35%)
Humectant adalah bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban. Misalnya gliserin, alpha hydroxy acids (AHA) dan asam laktat. Bahan ini digunakan untuk menjaga pasta gigi tetap lembab.

d. Bahan perekat (1-2%)
Bahan perekat ini dapat mengontrol kekentalan dan memberi bentuk krim dengan cara mencegah terjadinya pemisahan bahan solid dan liquid pada suatu pasta gigi. Contohnya glycerol, sorbitol dan polyethylene glycol (PEG)

e. Surfectan atau Deterjen (1-3%)
Bahan deterjen yang banyak terdapat dalam pasta gigi di pasaran adalah Sodium Lauryl Sulfat (SLS) yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan, mengemulsi (melarutkan lemak) dan memberikan busa sehingga pembuangan plak, debris, material alba dan sisa makanan menjadi lebih mudah. SLS ini juga memiliki efek antibakteri.

f. Bahan penambah rasa. (0-2%)
Biasanya pasta gigi menggunakan pemanis buatan untuk memberikan cita rasa yang beraneka ragam. Misalnya rasa mint, stroberi, kayu manis bahkan rasa permen karet untuk pasta gigi anak. Tambahan rasa pada pasta gigi akan membuat menyikat gigi menjadi menyenangkan. ADA tidak merekomendasikan pasta gigi yang mengandung gula tetapi pasta gigi yang
Universitas Sumatera Utara mengandung pemanis buatan (misalnya saccharin). Bahan pelembab gliserin dan sorbitol juga memberikan rasa manis pada pasta gigi.

g. Bahan terapeutik (0-2%)
Bahan terapeutik yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut :
1. Fluoride
Penambahan fluoride pada pasta gigi dapat memperkuat enamel dengan cara membuatnya resisten terhadap asam dan menghambat bakteri untuk memproduksi asam. Adapun macam- macam fluoride yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut:
- Stannous fluoride
Tin fluor merupakan fluor yang pertama ditambahkan dalam pasta gigi yang digunakan secara bersamaan dengan bahan abrasif (kalsium fosfat). Fluor ini bersifat antibakterial namun kelemahanya dapat membuat stein abu-abu pada gigi.
- Sodium fluoride

NaF merupakan fluor yang paling sering ditambahkan dalam pasta gigi, tapi tidak dapat digunakan bersamaan dengan bahan abrasif.
- Sodium monofluorafosfat
2. Bahan desensitisasi
Bahan desensitisasi yang digunakan dalam pasta gigi adalah sebagai berikut :
- Potassium nitrat dapat memblok transmisi nyeri di antar sel-sel syaraf.
- Stronsium chloride dapat memblok tubulus dentin.
3. Bahan anti-tartar
Bahan ini digunakan untuk mengurangi kalsium dan magnesium dalam saliva sehingga keduanya tidak dapat berdeposit pada permukaan gigi. Contohnya Tetrasodium pyrophospate.
Universitas Sumatera Utara
4. Bahan antimikroba
Bahan ini digunakan untuk untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Contoh bahan ini adalah Trikolsan (bakterisidal), Zinc citrate atau Zinc phosphate (bakteriostatik). Selain itu ada beberapa herbal yang ditambahkan sebagai anti mikroba dalam pasta gigi contohnya ekstrak daun sirih dan siwak.

h. Bahan pemutih (0,05-0,5%)
   Ada macam-macam bahan pemutih yang digunakan antara lain Sodium carbonate, Hidrogen        peroksida, Citroxane, dan Sodium hexametaphosphate.

i. Bahan pengawet (0,05-0,5%)
    Bahan pengawet berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam pasta gigi.         Umumya bahan pengawet yang ditambahkan dalam pasta gigi adalah Sodium benzoate, Methylparaben dan Ethylparaben.

1.3 Fungsi dan kegunaan dari pasta gigi
1. Pasta gigi adalah bahan bantu yang dipakai untuk membersihkan permukaan gigi, sehingga kemungkinan terjadinya karies gigi dan penyakit gusi bisa ditekan/dikurangi.
2. Pasta gigi digunakan dengan sikat gigi dan memberikan kesegaran nafas, kebersihan gigi dan mulut, di samping untuk fungsi kosmetik.
3. Fungsi pasta adalah melepaskan materia alba, plak, sisa makanan, stain, tanpa merusak gigi dan mukosa mulut
4. Pasta terdiri dari campuran bahan; penggosok, pembersih, dan campuran semi padat.
5. Pasta gigi tersedia dalam bentuk pasta, bubuk, dan gel, tetapi yang paling dominan adalah bentuk pasta.
6. Pasta gigi tidak bisa dan bukan obat untuk menghilangkan sakit gigi maupun menambal gigi.

1.4 Komposisi pembuatan pasta gigi
1. Alumium fosfat maksimal
2. Texapon 3%
3. Gliserin (15 – 20)%
4. Sodium alginat 25%
5. Sakarin secukupnya
6. Minyak peppermint secukupnya
7. Sodium benzoat 0,1%
8. Sodium flouride
9. Air Secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan: wadah dan pengaduk kayu
Cara membuat pasta gigi
1. Sodium alginat + gliserin diaduk rata
2. (1) + Texapon diaduk rata
3. Air + Sodium benzoat aduk rata
4. (3) dicampur ke (2) aduk rata + NaF
5. (4) + Pemanis aduk rata
6. (5) + Aluminium fosfat aduk rata
7. (6) + Minyak peppermint aduk rata
8. Siap dikemas

3 komentar:

  1. boleh tau sumbernya dari mana ? soalnya mau saya masukkan landasan teori.. terimakasih :)

    BalasHapus
  2. Sumbernya dari buku panduan Sekolah Menengah Analis Kimia Makassar.

    BalasHapus
  3. terimakasih infonya, sangat bermanfaat :)

    BalasHapus